Sejarah Tentang Panggung Krapyak

Masih ingat dengan artikel beberapa hari kemarin yang membahas tentang Garis Imajiner Jogjakarta? Nah jika kalian sudah membacanya, kali ini kita akan bahas salah satu tempat yang menjadi pathokan Garis Imajiner. Tempat ini bisa di bilang adalah tempat cikalbakal sekaligus tempat yang sangat bersejarah bagi Jogjakarta. Letaknya ada di sisi selatan alun alun selatan / alun alun kidul Yogyakarta. Dengan menempuh jarak kurang lebih 1Km kalian akan menemukan bangunan berbentuk kotak seperti beteng, bangunan ini di beri nama Panggung Krapyak. Seperti apa sih sejarah dari Panggung Krapyak? Mari kita bahas di bawah.

Panggung Krapyak ini terletak di kampung Krapyak, Kel.Panggungharjo, Kec. Sewon, Bantul, mempunyai bangunan berbentuk kubus yang menyerupai beteng, dahulu panggung krapyak ini di gunakan oleh Raja Mataram beserta keluarga untuk berburu rusa atau Menjangan, sehhingga tempat ini juga mendapat julukan sebagai Kandhang Menjangan.

Dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono 1, panggung krapyak ini di gunakan untuk berburu sekaligus untuk pos pengamatan dan pertahanan di bagian selatan kraton Yogyakarta. Dahulu daerah Krapyak dan sekitarnya merupakan hutan lebat yang masih di huni oleh hewan hewan liar, seperti Rusa, babi hutan, dan beberapa hewan liar lainya. Oleh karena itu wilayah ini dahulu adalah wilayah favorit para Raja Raja Mataram untuk berburu hewan. Tak hanya itu, bangunan ini juga merupakan salah satu bangunan dari Garis Imajiner Yogyakarta dimana dari panggung krapyak menuju ke Kraton adalah menggambarkan perjalanan manusia menuju dewasa, maka tak heran kampung di utara Panggung Krapyak ini di berinama kampung Mijen, sebagai lambangbenih manusia.

Bangunan ini memiliki 2 lantai pada lantai pertama memiliki 4 ruang lorong pendek yang menghubungkan ke empat pintunya. Setiap sisi pada bangunan ini di berikan 1 buah pintu dan 2 buah jendela. Nah di lantai ke dua, dahulu di gunakan untuk tempat logistic berburu. Di situlah terdapat lubang kotak kecil untuk di akses menuju rooftop yang di gunakan untuk berburu.

Itulah dia sejarah dari bangunan tua yang sangat bersejarah bagi kota Jogjakarta.