Bagi kalian yang mampunyai plaining melancong ke Jogjakarta, tentu sudah tidak asing dengan jalan Malioboro. Sentra belanja pernak pernik khas jogja tersedia di sepanjang jalan ini, mulai dari Batik, wayang, berbagai aksesoris yang berbau Yogyakarta, sampai ke beberapa makanan khas dari kota yang terkenal akan keramahanya ini. Di jalan ini juga kalian dapat menjumpai beberapa moda transportasi kuno seperti delman dan becak, taklupa di beberapa titik juga sering ada atraksi street performance seperti angklung dan musisi jalanan.

Selain menjadi sentra buah tangan dan kesenian khas jogja, malioboro juga menjadi saksi bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan serta memiliki berbagai bangunan bersejarah yang dijadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah. Ada beteng Vredeburg, monumen serangan umum 1 maret, gedung agung/istana presiden, dan beberapa bangunan lain yang sangat memiliki nilai sejarah bagi kota Jogjakarta.

Lalu bagaimana asal muasal dari malioboro? Ada beberapa versi mengenai sejarah dari malioboro. Salah satunya adalah penamaan yang di ambil dari nama jendral inggris yang sempat menduduki beberapa wilayah di jawa pada tahun 1650-1722, jendral itu bernama Duke of Marlborough. Namun banyak juga sejarawan yang membantahnya karena nama Malioboro sudah di gunakan jauh sebelum tahun itu.

Di beberapa artikel di jelaskan bahwa penamaan jalan Malioboro berasal dari bahasa sangsekerta dari kata Malyabhara yang berarti berhiaskan untaian bunga, asal usul yang kedua ini lebih rasional karena jalan malioboro sendiri dahulu di gunakan sebagai jalan seremonial. Dan hingga saat ini pun jalan Malioboro masih sering di gunakan untuk acara acara tertentu yang di adakan pemerintah kota Yogyakarta.

Nah bagi kalian yang akan berkunjung ke Malioboro tentunya tidak ada salahnya mengetahui asal usul jalan yang terkenal ini. Dan jangan lupa selalu jaga kebersihan di manapun kalian berada.